Gembiranya Nabi SAW dengan shalawat yang Allah Swt curahkan untuk kita

Abd Rahman Bin Auf mengisahkan :

“Suatu hari aku mengikuti Nabi Saw, kulihat beliau memasuki kebun kurma, tiba-tiba beliau bersujud. Akupun menunggu sujudnya yang lama sehingga aku khawatir beliau telah meninggal dunia, maka, aku datang menatapnya dari dekat.”

Kemudian beliau langsung mengangkat kepala. “Ada apa Abdurahman ?”, Tanya beliau

“Wahai Rasulullah , kau letakkan kepalamu disini lama sekali, aku khawatir engkau meninggal.” Bahkan aku berkata dalam hati , aku tidak akan berjumpa lagi dengan Rasulullah Saw.

Beliau Saw  menjawab, “tadi ada utusan Allah Swt mendatangiku, dan ia berkata, Maukah kau kuberitahu sebuah kabar gembira ?, Allah Swt berkata, Siapa bershalawat untukmu satu kali, Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali “. (HR Ahmad)

Nabi bersujud dan meratakan dahinya yang mulia dengan tanah lama sekali ?.

Mengapa beliau  melakukan itu ?….,mengapa beliau segembira itu ?…..

……Gembira bukan karena dikirimi shalawat, beliau gembira karena balasan yang Allah Swt berikan. Beliau gembira dengan shalawat yang Allah Swt curahkan untuk kita.

Andaikan shalawat tersebut urusan sepele sebagaimana anggapan banyak orang saat ini, mungkinkah Rasulullah Saw segembira itu ?

Ibn Athaillah Assakandari mengomentari hadist itu dengan ulasan yang menggetarkan hati kita :

“Seandainya sepanjang hidup engkau melakukan amal ketaatan, lalu Allah Swt memberimu satu shalawat saja, tentu  satu shalawat itu lebih berat dari pada semua amal ketaatanmu selama hidup. Sebab engkau bershalawat sesuai kapasitas kemampuanmu (sebagai mahkluk), sementara Allah bershalawat sesuai sifat ketuhanan-Nya (pencipta-sempurna) ini baru satu shalawat , bagaimana jika Allah Swt bershalawat untukmu sepuluh kali atas setiap satu shalawatmu atas Rasul ???

Dikutip Afdhal ash Shalawat ‘ala Sayyid as-Sadat, karya Syech Yusuf ibn Ismail al – Nabhani

Sumber : http://www.alhabibahmadnoveljindan.org/jatuh-cinta/

Iklan

Tentang abizakii

"Seorang hamba Allah yang berusaha mengenal dan mencintai Nabi-Nya"
Pos ini dipublikasikan di Rasulullah SAW. Tandai permalink.