Mutiara Hikmah

Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah

Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, maka kita takkan memiliki hari ini untuk kita syukuri.

Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup, merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.
Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri,
semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.

Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik.

Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.
Rasa takut bukanlah untuk dinikmati, tetapi untuk dihadapi.
Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah
Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kita tidak bisa melihat keduanya.

Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab,
merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi,
memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.

Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada
yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum,
lebih pahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara.

Tidak ada simpanan yang lebih berguna daripada ilmu.
Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.
Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.
Tidak ada sesuatu yang ghaib yang lebih dekat daripada maut.

Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam keadaan tetap bergerak, anda menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.

Sumber :www.majelisalanwar.com

Iklan

Tentang abizakii

"Seorang hamba Allah yang berusaha mengenal dan mencintai Nabi-Nya"
Pos ini dipublikasikan di Mutiara Hikmah dan tag . Tandai permalink.

7 Balasan ke Mutiara Hikmah

  1. abi_nelcha berkata:

    Sukron atas tausyiyahnya…semoga bermanfaat bagi kami.
    Mohon ijin untuk mengkopi agar kami bisa sharing kepada yang lain.
    Jazaakumullah Khoiron Katsiiroo…

  2. Bang Aziem berkata:

    Mantappppssss… 🙂

    Kata Sayyiduna Ali, ‘Antara dirimu dan nasihat ada sebuah hijab (dinding) yang bernama kelalaian’.

    Teruslah bergerak, karena keberkahan turun manakala kita mau bergerak (al-barakatu fil harakati).

  3. apalah berkata:

    Abu Bakar bin Duraid berkata, “Setiap kata yang menasihati dan menegurmu, atau mengajakmu kepada kemuliaan dan mencegahmu dari perbuatan tercela, maka ia adalah Hikmah dan Hikam.”

  4. apalah berkata:

    Isa as. bertanya kepada para sahabatnya, “Dimanakah benih itu tumbuh?” Mereka menjawab, “Di tanah.” Maka beliau berkata, “Begitu pula hikmah, ia tidak akan tumbuh kecuali di dalam hati yang seperti tanah.” Yaitu rendah hati, dan merasa tidak memiliki apa-apa dalam puncak kehinaan dan kefakiran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s