IBU

Habib Hamid bin Umar berkisah mengenai dua lelaki bersaudara dengan ibu mereka yang memiliki harta lumayan melimpah. Mereka berunding, kira-kira sang ibu yang kini menua akan tinggal bersama siapa. Salah satu dari mereka usul, “Begini saja. Ibu tinggal bersamamu. Sedang seluruh harta kubawa, atau sebaliknya. Mana yang kau pilih?” lelaki satunya dengan lugas menjawab, “Kamu bawa saja ibu. Sedang harta itu bersamaku.” Saudaranya menjawab, “Baiklah, terimakasih”

Usai sekian lama, lelaki yang membawa harta benda mengalami kebangkrutan hingga jatuh miskin, sedang lelaki yang merawat ibunya lambat laun menjadi kaya raya hingga mampu membeli seluruh harta ibunya yang diambil saudaranya. “Lihat, kini ibu beserta harta bersamaku. Sedang kamu, tak beribu dan tak berharta.” Selorohnya

Di saat ibu kita sehat jarang kita perhatikan dengan alasan segala kesibukan kita, meski ada tapi sering kali kita anggap tidak ada, kehadiran beliau tidak dianggap. Tapi di saat ibu kita sudah sakit tidak bisa apa-apa, baru kita merasakan kehadiran beliau itu penting, kita kehilangan nasehat-nasehat beliau, canda tawa beliau, kita baru merasakan bahwa kita butuh beliau.”

Sering kita jauh-jauh ke luar kota untuk silaturrahim dengan ustad atau para Ulama kita rela merendahkan diri kita untuk sekedar mencium tangan beliau, tapi di rumah kita tidak mau cium tangan ibu kita. Kalau ditanya kenapa tidak cium tangan ibu akan dijawab dengan berbagai alasan. Janganlah kita cari barokah orang alim tapi kita lupa dengan ibu kita!”.

kita sebagai seorang anak harus mengetahui jasa ibu, secara nyata hanya ibunya yang menyebabkan kita ada dimuka bumi ini, kita harus sadari  air susu ibulah rejeki awal yang kita terima, sehingga akan mendatangkan cinta yang dalam kepada ibu, dan ini merupakan refleksi nyata dari mencintai keridhoan Allah yang berada didalam diri ibu kita, dengan mencintai ibu, maka tercintailah Allah SWT. hanya sedikit orang saja yang bisa memahami hal seperti ini, dan mereka itulah orang2 mukmin.

Wallahu a’lam

Semoga bermanfaat.
Dikutip dari: Berbagai sumber

Iklan

Tentang abizakii

"Seorang hamba Allah yang berusaha mengenal dan mencintai Nabi-Nya"
Pos ini dipublikasikan di Kisah dan Hikmah, Nasehat dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke IBU

  1. Muhammad B Al Hamid berkata:

    Subhanallah Alhamdulillah…
    Termakasih atas pencerahannya…
    Selanjutnya al faqir,mohon ijin mengkopi tulisan,gambar wa foto habib…
    sukron wa afwan

  2. Syonic berkata:

    Smg Allah SWT menyadarkan kita….

  3. Ping balik: Ibu « Ranggila

  4. damiyanti berkata:

    subhanallah… ibu orang yang sangat mulia

    ijin copy…

  5. ulfiarahmi berkata:

    ibu, sosok perempuan yang tak berhak untuk disakiti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s