Rizqi/Rejeki

Rizqi adalah suatu ketetapan Allah yang telah ditetapkan kepada kita. Walaupun begitu, kita diharuskan berikhtiar. Makna IKHTIAR yang telah ditentukan para ulama, bukanlah ikhtiar untuk memperoleh rizqi DENGAN ZAT. Tetapi berikhtiar untuk mencari KEHALALAN RIZQI tersebut. Ulama berbeda pendapat tentang uang / harta yang diperoleh dengan jalan haram. Apakah itu termasuk rizqi..? Pendapat ulama paling kuat, baik halal atau haram tetaplah dinamakan rizqi.

Tak asing di telinga kita sabda Rasulullah, “…kemudian menjadi segumpal daging. Kemudian malaikat diperintahkan untuk meniupkan ruh dan menulis 4 hal : rizqi, ajal, amal, suul/khusnul khotimah.” Habib Ali Alhabsyi di dalam qoshidahnya mengatakan, “…War riziq maqsum bainal kholq hattal hinasy.” Artinya; “Dan rizqi telah dibagi Allah kepada semua makhluknya, sekalipun ular”. Beberapa Habaib di Hadramaut mengatakan makna ular disiini adalah CACING TANAH (walaupun di dalam tanah, tetap diberi rizqi oleh Allah) Jadi ketentuan rizqi Allah adalah PASTI, tinggal bagaimana kita mencari yang halal.

Dikisahkan bahwa suatu hari Sayidina Ali bin Abi Tholib akan memasuki sebuahrumah. Ketika beliau akan masuk, beliau tak menemukan tiang untuk mengikat tali kudanya. Lalu beliau bertemu dengan seorang ‘Arobi asing / tak dikenal dan menitipkan kudanya untuk dijaga sebentar. Setelah urusan beliau selesai, beliau berniat untuk menghadiahkan uang 2 dinar kepada ‘Arobi. Ketika keluar, beliau tak melihat kuda dan ‘Arobi tersebut di tempat semula. ‘Arobi tersebut telah mencurinya! Maka Sayidina Ali bergegas mencari ke gurun pasir hingga didapati kuda beliau dalam keadaan tanpa tali kendali dan pelana. Lalu beliau menuju kepasar karena kemungkinan telah dijual si ‘Arobi di situ. Ternyata benar apayang beliau pikirkan. Ketika si penjual ditanya, dia menjawab bahwa ia membelinya dari seorang Arobi asing. “Dengan harga berapa..? ” tanya Sayidina Ali. “Dua dinar,” jawab si penjual. Tersenyumlah Sayidina Ali seraya mengambil hikmah bahwa Allah telahmenentukan RIZQI kepada si ‘Arobi sebesar 2 dinar di hari itu. Namun ‘Arobi mengambil dengan cara yang HARAM. ANDAIKAN IA BERSABAR, IA AKANMENDAPATKANNYA DENGAN CARA YANG HALAL!

Sumber : ahbabulmusthofasolo.blogspot.com

Iklan

Tentang abizakii

"Seorang hamba Allah yang berusaha mengenal dan mencintai Nabi-Nya"
Pos ini dipublikasikan di Artikel, Mutiara Hikmah dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s