Memperhatikan adab berpuasa

Oleh : Ustadz Muhammad bin Ahmad Assegaf

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنِ , وَ الصَّلاَةُ وَ السَّلاَمُ عَلَى اَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَ اْلمُرْسَلِيْنِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ اَجْمَعِْين اَمَّا بَعْدُ

Banyak hadits Rosulullah SAW yang menerangkan bahwa ALLAH SWT akan memberikan ampunan bagi hamba-hambanya yang berpuasa dan beribadah di bulan Ramadhan. Di antaranya beliau bersabda,

مَنْ ضَامَ رَمَضَانَ , وَ قَامه إمانًا وَ احتسبابًا , غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مَنْ دَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dan berjaga di malam-malamnya dengan penuh kepercayaan dan keikhlasan, niscaya ALLAH akan mengampuni segala dosanya yang telah lalu.”


Tentunya ampunan serta curahan rahmat yang telah ALLAH janjikan, hanya akan diraih oleh orang-orang yang berpuasa dengan memperhatikan adab/tata tertib puasa yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi SAW.

Dalam hal ini, Al-Habib Al-Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad dalam kitabnya النصائح الدينية menerangkan bahwa di antara tata tertib yang harus diperhatikan oleh orang yang berpuasa adalah memelihara lidah agar tidak berdusta, tidak mencaci orang, tidak mencampuri urusan orang lain, menjaga mata dan telinga dari melihat sesuatu yang tidak halal.

Selain itu, kita juga harus menjaga perut kita dari makanan yang haram, bahkan yang syubhat sekalipun. Sebagian para salaf berkata,

“Jika anda berbuka, maka perhatikanlah dengan apa anda berbuka dan di tempat siapa anda berbuka.”

Alhasil kita mesti menjaga seluruh anggota tubuh kita dari perbuatan dosa dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak ada manfaatnya bagi diri kita.

Tentunya hal ini tidak hanya wajib di bulan Ramadhan saja, tetapi setiap saat kita harus menghindari perbuatan-perbuatan tersebut. Hanya saja di bulan ini lebih ditekankan, agar tujuan daripada diwajibkan puasa yaitu لعلكم تتقون (“agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa”) dapat kita capai.

Di antara yang disunahkan bagi orang yang berpuasa adalah menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.

لاَ تَزَالُ أُمَّتِى بِخَيْرٍ , مَا عَجَّلُوْا الْفِطْرَ , وَ أَخَّرُوَا السَّحُوْرَ

“Umatku tetap berada dalam kebaikan,selama mereka menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan sahur.”

Sumber : (bisyarah.wordpress.com)

Iklan

Tentang abizakii

"Seorang hamba Allah yang berusaha mengenal dan mencintai Nabi-Nya"
Pos ini dipublikasikan di Puasa dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s