Sayyidina Abu Bakar ra menafkahkan seluruh hartanya di jalan Allah swt

Hal ini adalah pembawaan secara alami, as shiddiq pada permulaan dakwah telah melihat di Makkah berbagai bentuk penyiksaan dan kepedihan yang di rasakan oleh para budak yang beriman, dan hamba di masa itu boleh di perjual belikan, karena para budak tersebut tidak mempunyai hak sama sekali, dengan menyaksikan bentuk penyiksaan tersebut maka jiwa beliau yang halus merasa sakit dengan penyiksaan yang berlebihan ini dari orang-orang kafir Makkah, maka beliau radhiyallahu’anhu bersegera menyelamatkan budak-budak itu dengan membelinya, kemudian beliau memerdekakannya, demikianlah:

“kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. (QS. Al Insaan: 9).

Abu Bakar radhiyallahu’anhu melewati Bilal bin Rabah radhiyallahu’anhu, sementara ia sedang di siksa dengan di tindih dengan sebuah batu besar di Makkah di bawah sinar matahari yang sangat panas, kemudian beliau radhiyallahu’anhu menawarkan tuannya yaitu Umayyah bin Khalf agar ia menjualnya kepadanya, atau beliau radhiyallahu’anhu mengantikan budak tersebut dengan budak yang lain yang lebih kuat darinya, dan bukan seorang muslim, dalam suatu riwayat di terangkan bahwa beliau membelinya dengan 7 uqiyah dari emas (1 uqiyah emas = 29.75 gram).

kemudian terjadi dialog yang alot antara beliau dengan Umayyah bin Khalf, Umayyah berkata dengan maksud ingin membuat hati Abu Bakar radhiyallahu’anhu merasa menyesal:

“seandainya engkau menawari saya dengan 1 uqiyah emas maka saya akan menjualnya kepadamu”.

Kemudian Abi Bakar radhiyallahu’anhu menjawab dengan tenang: “Seandainya engkau meminta 100 Uqiyah dari emas maka saya akan membelinya”.

Subhanallah, maka rasa sesal itu kembali ke hati Umayyah bin Khalf yang musyrik dan tidak mengetahui kemuliaan yang di miliki oleh Bilal radhiyallahu’anhu setelah islam, akan tetapi Abi Bakar radhiyallahu’anhu mengetahui hal tersebut, demikianlah budak yang hitam ini yang tidak ada sama sekali nilainya di mata orang-orang musyrik, budak yang hitam legam ini sangat berat timbangan pribadinya di timbangan Allah swt., di sebabkan keimanan dan ketauhidan serta islam yang terdapat di dalam hatinya, makna-makna yang halus dan sangat mulia ini tidak akan di pahami oleh orang-orang yang berpaham materialisme, akan tetapi orang yang seperti Abu Bakar radhiyallahu’anhu sangat memahaminya dengan baik.

Abu Bakar radhiyallahu’anhu membeli Abis radhiyallahu’anha dan memerdekakannya, beliau membeli Zinniirah radhiyallahu’anha kemudian memerdekakannya dan beliau juga membeli an Nahdiyah dan putrinya radhiyallahu’anhumaa dan memerdekakannya, keduanya mempunyai kisah yang sangat menakjubkan yang di riwayatkan oleh Ibn Ishak di dalam kitab sejarahnya, di sebutkan bahwa an Nahdiyah dan putrinya adalah milik seorang perempuan dari Bani Abdul ddaar, kemudian Abi bakar radhiyallahu’anhu melewati keduanya, keduanya sedang di utus oleh majikannya dengan membawa tepung untuk majikannya, dan ia (majikannya) mengatakan:

“demi Allah, saya tidak akan memerdekakan kamu berdua selamanya”.

Kemudian Abi bakar berkata: lepaskan wahai ummu fulan, yakni lepaskanlah dari sumpahmu, maka ia menjawab: lepaskanlah olehmu..

Maka Abu bakar radhiyallahu’anhu bertanya: “berapa harga keduanya?

Ia menjawab: sekian dan sekian, Abi Bakar radhiyallahu’anhu menjawab: ” saya mengambil keduanya, dan keduanya merdeka, dan berkata kepada kedua budak tersebut kembalikanlah tepung itu kepadanya’.

Di sini kita akan melihat jawaban yang sangat lembut dari ke dua hamba perempuan tersebut yang telah masuk islam, yang keduanya telah berakhlak dengan akhlak islam yang tinggi, keduanya berkata: kami selesaikan dulu perintah (dia) wahai Abu Bakar, kemudian kami kembalikan kepadanya?

Subhanallah, setelah keduanya selamat dari penganiayaan yang menyedihkan, dan penghinaan, ke duanya masih senantiasa menjaga harta majikannya, Abu Bakar radhiyallahu’anhu berkata;

“lakukanlah hal tersebut jika kamu ingin melakukannya”.

Kemudian Abu bakar radhiyallahu’anhu melewati seorang budak perempuan milik Bani Mu’mil (salah satu kampung dari Bani ‘Addi) dan ia seorang muslimah,sementara Umar bin Khattab pada waktu itu masih dalam keadaan musyrik, dan ia sangat keras terhadap orang-orang muslim, sehingga ia memukul budak tersebut dengan keras dalam waktu yang lama, kemudian ia meninggalkannya dan mengatakan:

“Sesungguhnya saya tidak akan meninggalkanmu (berhenti memukul) kecuali setelah saya bosan”.

Kemudian Abi bakar radhiyallahu’anhu melewati tempat tersebut, maka ia membeli budak perempuan itu dan memerdekakannya karena Allah.

Kemudian Abi bakar radhiyallahu’anhu mengajak pembatunya Amir bin Fuhairah ke dalam islam, dan ketika ia masuk islam maka Abi bakar radhiyallahu’anhu memerdekakannya juga karena Allah.

Sebagaimana yang kita lihat bahwa Abi bakar radhiyallahu’anhu tidak membedakan antara budak laki-laki dan budak perempuan, yang kuat dan yang lemah, hal ini menjadi perhatian ayahnya yaitu Abi Quhafah, sehingga mengatakan kepada Abi bakar:

“Wahai anakku, saya melihat engkau memerdekakan budak yang lemah, coba kamu memerdekakan budak-budak yang kuat, sehingga mereka dapat melindungimu?

Kita masih ingat bahwa Abi Bakar radhiyallahu’anhu adalah seorang yang berasal dari suku yang lemah di sisi orang-orang Quraiys, maka Abi Bakar radhiyallahu’anhu berkata dengan penuh keimanan:

“Wahai ayahku, sesungguhnya saya melakukannya (ikhlas) karena Allah swt”.

Maka Allah swt. Menurunkan sebuah ayat yang bercerita tentang beliau radhiyallahu’anhu:

“Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi, Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan”. (QS. Al Lail: 17-21).

Ibn Jauzy rahimahullah mengatakan: “Ulama sepakat bahwa ayat ini turun mengenai Abi Bakar radhiyallahu’anhu”.

Mari kita sama-sama membayangkan, sesungguhnya Allah swt. Menurunkan sebuah ayat yang menyaksikan ketakwaan Abi Bakar radhiyallahu’anhu, bahkan di katakan paling takwa, dan mempunyai niat yang ikhlas.

Abi Bakar radhiyallahu’anhu bersedekah, dan tidak mengharapkan balasan dari seseorangpun, ia melakukannya ikhlas karena Allah swt., kemudian perhatikan janji Allah swt. Yaitu:

“Dan kelak dia benar-benar mendapatkan kepuasan”, bagaimanapun cara anda membayangkan mengenai pahala dan kenikmatan, maka anda tidak akan mungkin sanggup untuk membayangkan apa yang telah di janjikan Allah swt. Terhadap orang yang telah di beri janji oleh-Nya dengan keridahan-Nya ” Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan”. (QS. Al Lail: 17-21).

Di riwayatkan oleh Abi Daud di dalam sunannya dari Abi Hurairah radhiyallahu’anhu berkata: Rasulullah saw. bersabda:

“sesungguhnya engkau wahai Abu Bakar adalah orang yang pertama masuk surga dari umatku”.

Ketika Abi Bakar radhiyallahu’anhu masuk islam beliau memiliki kekayaan sebanyak 40.000 dirham, kemudian beliau menginfakkannya secara keseluruhan di jalan Allah swt., sekitar 35.000 dirham beliau menginfakkannya di Makkah, sehingga yang tersisa hanya 5000 dirham saja, dan beliau membawanya ketika berhijrah dan menginfakkannya untuk keperluan Rasulullah saw. dan orang-orang mukmin, sehingga semuanya tidak ada lagi yang tersisa, atau katakan: hartanya masih tetap tersimpan rapih (karen ia membelanjakannya di jalan Allah) karena pada hakikatnya tidak habis”.

Karena harta yang masih tetap tersimpan adalah harta yang di belanjakan di jalan Allah, dan yang habis adalah yang di belanjakan di selainnya, akan tetapi coba anda bayangkan jumlah dari harta yang di infakkan tersebut, kita harus mengetahui nilai jumlah 40.000 dirham ini di zaman kita sekarang ini, anda tidak boleh melupakan bahwa kita sedang bercerita tentang waktu atau sejarah yang telah berlalu sekitar 1400 tahun yang lalu, jika nilai mata uang (pond) mesir misalnya telah berubah sepuluh, duapuluh atau tigapuluh tahun, maka bagaimana dengan 1400 tahun yang telah lalu, mari kita bersama-sama menghitungnya dengan pelan-pelan.

Terdapat dalam beberapa hadits dari Rasulullah saw., bahwasanya beliau saw. membeli seekor kambing seharga 1 dirham”. Oleh karena itu harta yang di miliki Abi Bakar radhiyallahu’anhu sama bandingannya dengan memiliki 40.000 ekor kambing, sedangkan di zaman kita sekarang,kita membeli seekor kambing rata-rata seharga 800 pond mesir, oleh karena itu Abi Bakar radhiyallahu’anhu memiliki harta sekitar 32 juta pond mesir, artinya lebih dari 6 juta dollar, dan tentu saja dirham pada waktu itu sangat tinggi nilainya, karena pada waktu itu tidak ada inflasi, dan krisis ekonomi dan lain sebagainya.

Subhanallah, beliau menginfakkan seluruh harta yang jumlahnya besar ini di jalan Allah swt, beliau juga adalah seorang pedagang yang tidak meninggalkan aktivitasnya, maka mungkin saja di sana terdapat penginfakan harta (di jalan Allah) dengan jumlah yang lebih besar dari jumlah yang tersimpan ini, lebih dari hal ini beliau juga berinfak di Madinah al Munawwarah dari hasil perdagangannya di sana, beliau telah menginfakkan seluruh hartanya pada periode Makkah sebagaimana yang telah kita jelaskan, maka beliaupun mengulangi usahanya kembali, sebagai contoh beliau menginfakkan hartanya di Perang Tabuk 4000 dirham sekitar ( 1 juta 500.000 pond Mesir) ini adalah hartanya secara keseluruhan, dan beliau tidak menyisakan buat keluarganya kecuali seperti apa yang beliau katakan:

“Aku meninggalkan buat mereka Allah swt Dan Rasul-Nya”.

Wallahu a’lam bi shshawaab

Sumber : rasoulallah.net
Bookmark   and Share

Iklan

Tentang abizakii

"Seorang hamba Allah yang berusaha mengenal dan mencintai Nabi-Nya"
Pos ini dipublikasikan di Sahabat Rasulullah SAW dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Sayyidina Abu Bakar ra menafkahkan seluruh hartanya di jalan Allah swt

  1. ridwan berkata:

    Assalamu’alaikum saudaraku,
    terima kasih atas sedekah ilmu nya, walaupun hati ini menjadi bertambah malu..malu sekali, untuk orang yang sudah dikabarkan jaminan surga saja begitu ikhlasnya “menyisihkan” dunianya yang tak terhingga, sementara saya masih selalu berhitung dalam bilangan sangat kecil, mohon do’a nya supaya digolongkan ke dalam golongan para ahli ikhlas, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s