Hikayat Bapak,anak dan keledai

ada sebuah hikayat untuk supaya tidak terlalu mendengarkan ucapan orang jika kita dalam kebenaran, karena pernah terjadi ada sebuah hikayat dalam ilmu usul dimana seorang lelaki yang lanjut usia bersama anaknya yang masih kecil membeli keledai, maka sang bapak naik ke atas keledai dan anak menuntunnya, maka di saat itu orang-orang protes : “dasar bapak tidak punya rasa kasihan, anaknya yang masih kecil berjalan dia malah naik di atas keledai”, mendengar ucapan itu sang bapak turun kemudian meminta anaknya untuk menaiki keledai, maka sesampainya di perkampungan yang lain diprotes lagi : ” anak tidak tau adab, bapaknya sudah tua renta disuruh berjalan anaknya di atas keledai”, maka sang bapak berkata : ” nak, turunlah kita berjalan saja “, maka mereka berdua berjalan kaki, maka sampai di kampung lain
diprotes lagi : ” keledai tidak ditumpangi dibeli, sungguh tidak waras!”, maka sang ayah berkata : ” salah lagi kita nak, ya sudah kita naiki berdua saja “, maka naiklah mereka berdua ke atas keledai, sesampainya di suatu perkampungan diprotes lagi : ” sungguh kejamnya orang ini, satu keledai ditunggangi berdua”, maka sang ayah berkata : ” kita salah lagi nak, jadi kita apakan keledai ini?”, akhirnya sang bapak berkata : ” sudahlah nak, kita pikul saja keledai ini, biarkan orang mau berkata apa”, jadi gila akhirnya orang itu, karena keledainya mereka angkat bersama.

Jadi kita jangan terus memikirkan ucapan orang, tetapi jangan pula kita berbuat salah. Kita berbuat sesuatu yang benar, setelah itu biarkan orang mau berbicara apa, karena terkadang kita benarpun tetap salah dipandangan orang lain.Kita berusaha dalam kebenaran dan selanjutnya jangan terlalu memikirkan perkataan orang.

Saya kutip dari tausiyah Habib Munzir Al musawa

Iklan

Tentang abizakii

"Seorang hamba Allah yang berusaha mengenal dan mencintai Nabi-Nya"
Pos ini dipublikasikan di Kisah dan Hikmah dan tag , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Hikayat Bapak,anak dan keledai

  1. andrie berkata:

    Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh…
    terimakasih artikel2nya sarat hikmah…mohon ijin untuk share.

    Salam

  2. Fagerah berkata:

    Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh, Ya ‘Ammy…
    Mm,, kisah penuh ibrah.. Syukran..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s