Bergembira menyambut kelahiranRasulullah

Oleh : Ustadz Jindan
bin Naufal Bin Jindan

Pujian terhadap Nabi Muhammad
merupakan satu hal yang dilakukan
oleh sahabat, bahkan di hadapan
Rasulullah. Di banyak hadist
disebutkan bahwa banyak orang dan
penyair yang datang kepada Rasul
dan mengucapkan syair yang
berisikan pujian terhadap Rasulullah,
maka Rasul pun menyambut mereka
dan menghormati mereka, serta
menyambut baik atas pujian mereka.
Sebab beliau tahu bahwa mereka
melakukan hal tersebut untuk
mendapatkan ridho beliau, yang
mana mencari ridho Rasul
merupakan jalan untuk mendapatkan
keridhoan Allah Ta’ala. Dan mereka,
para sahabat Rasulullah, bagaimana
tidak memuji Rasulullah, sedangikan
Allah sendiri memuji Ar-Rasul
shallallahu alaihi wasallam.

Kegembiraan terhadap kelahiran
Rasul merupakan hal yang baik di
dalam syariat. Bahkan mengenang
kisah kelahiran Nabi atau Rasul
merupakan sesuatu yang dicontohkan
oleh Allah dalam Al-Quran. Sehingga
di dalam Al-Quran, Allah menceritakan
tentang kelahiran Nabi Isa alaihi
salam, juga tentang kelahiran Nabi
Musa alaihi salam. Yang mana Allah
menceritakan itu semua secara
mendetail. Apabila Allah menceritakan
kisah kelahiran mereka para Nabi,
maka mengapa kita tidak boleh
mengenang kisah kelahiran pemimpin
sekalian Nabi dan Rasul?

Rasulullah menceritakan bahwa Allah
Ta’ala meringankan adzab terhadap
Abu Lahab di neraka pada setiap hari
Senin, dikarenakan kegembiraannya
atas kelahiran Nabi Muhammad
sehingga ia membebaskan budaknya
yang bernama Ummu Aiman yang
membawa kabar gembira tersebut
kepadanya. Hadist ini disebutkan diy
dalam Ash-Shahih Al-Bukhori .
Padahal Abu Lahab adalah seorang
yang kafir yang disebutkan akan
kebinasaannya di dalam Al-Quran,
sehingga turun surat khusus untuk
menceritakan tentang kebinasaannya.
Akan tetapi Allah tidak melupakan
kegembiraannya dengan kelahiran
Nabi Muhammad hingga
meringankan adzab baginya setiap
hari Senin, hari kelahiran Rasulullah.

Maka bagaimana halnya dengan
seorang hamba yang mukmin, yang
seumur hidupnya bergembira dengan
kelahiran Rasulullah dan meninggal
dalam keadaan Islam? Pastilah derajat
yang besar bagi mereka.
Sebagaimana Allah berfirman,

“Katakanlah (hai Muhammad)
bahwa dengan karunia dan rahmat
Allah, maka bergembiralah dengan
hal itu, itu (kegembiraan kalian)
lebih baik dari apa yang mereka
kumpulkan.”

Kegembiraan dengan rahmat dan
karunia Allah dituntut oleh Al-Quran,
dan kegembiraan tersebut lebih
mahal dan lebih berharga dari apa
yang dikejar-kejar dan dikumpulkan
manusia, baik itu harta ataupun
kedudukan.
Karena itu, di bulan kelahiran Rasul
yang mulia ini, hendaknya kita
memperkuat hubungan kita dengan
Rasulullah, dengan menghidupkan
sunnah beliau, mengenal riwayat
hidup beliau, menanamkan kecintaan
terhadap beliau, dalam lubuk hati kita
serta keluarga kita, menjadikan
Rasulullah sebagai idola yang tertinggi
dan paling dekat dengan umat islam,
serta memperbanyak shalawat
kepada beliau.

sumber : bisyarah.wordpress.com

Ditulis pada Rasulullah SAW | Di-tag , ,

UTBAH BERNEGOSIASI DENGAN RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHIWA SALLAM

Usulan Utbah untuk Bernegosiasi dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu lshaq berkata bahwa Yazid bin Ziyad berkata kepadaku dan Muhammad bin Ka’ab bin Al-Quradzi yang berkata bahwa aku pernah diberitahu bahwa Utbah bin Rabi’ah sang tokoh berkata ketika ia sedang duduk di tempat DaarAn-Nadwah (balai pertemuan) orang-orang Quraisy dan ketika itu Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam sedang duduk sendiri di masjid,

“Hai orang-orang Quraisy, bagaimana kalau aku pergi kepada Muhammad kemudian berbicara dengannya dan mengajukan tawaran-tawaran? Siapa tahu ia menerima sebagiannya kemudian kita berikan apa yang diminta selanjutnya ia akan menghentikan aktivitasnya?”

Lanjut membaca

Ditulis pada Rasulullah SAW, Sirah Nabawiyah | Di-tag , , ,

Cara Rasulullah SAW Berbicara.

Hasan bin Ali r.a bercerita : “Aku bertanya kepada pamanku Hind bin Abi Halah.Ia adalah seorang ahli dalam meriwayatkan tentang sifat Rasululah saw.

Tanyaku : Ceritakan kepadaku cara Rasulullah saw berbicara?
pamanku menjawab : Rasulullah saw adalah seorang yang banyak mengenyam kesusahan.beliau selalu berpikir(bahkan hampir) tidak sempat beristirahat santai.
beliau lebih banyak diam(tidak berbicara),beliau tiada berbicara kecuali apabila perlu.membuka dan menutup pembicaraannya dengan menyebut nama Allah swt.

isi pembicaraanya padat dengan makna, kata-katanya jelas,tiada yang sia-sia dan tiada pula yang kurang dipahami.

beliau tiada berlaku kasar dan tiada pernah menghina.nikmat Allah swt dibesarkannya walau pun hanya sedikit.selain itu beliau tak pernah mencaci makanan dan minuman.juga tak pernah memujinya.

Tidaklah dunia menjadikannya marah dan tidak pula beliau marah karena dunia.bila kebenaran dilanggar orang,maka tidak ada sesuatu yang akan mampu menahan amarahnya sampai beliau dapat memenangkan kebenaran itu.beliau tidak akan marah kalau hanya karena dirinya dan tidak pula beliau akan membela diri beliau sendiri.

Bila beliau menunjuk (sesuatu),beliau tunjuk dengan tangan seutuhnya(bukan hanya dengan jari).bila beliau kagum beliau balikan tanganya.bila beliau bercakap-cakap,beliau hubungkan tangan dan dipukulkan telapak tanganya yang kanan keperut ibu jarinya yang kiri.Bila beliau marah,beliau akan memalingkan wajahya,sedangkan bila beliau senang dipejamkan matanya.Sebesar-besar ketawanya hanya senyum.bila beliau tertawa,kelihatan manis sekali bagai butiran salju(terlihat giginya yang putih).”

[Diriwayatkan oleh sufyan bin waki',dari Jumai bin 'Umar bin Abdurrahman al 'Ijli,ia berkata bahwa ia mendengar dari seorang laki-laki Bani Tamim yang katanya dari putra abi halah suami kadijah Ummul mukminin sebelum menjadi istri Rasulullah saw yakni aba Abdullah yang bersumber darihasan bin Ali K.W]

sumber : As syamail Imam Tarmidzi.

Ditulis pada Rasulullah SAW | Di-tag

Persinggahan Rasulullah SAW dirumah abu ayyub

Abu bakar bin Abi Syaibah,Ibnu Ishaq,dan Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan dari beberapa sanad dengan lafal yang hampir bersamaan bahwa Abu Ayyub R.a berkata, ketika Rasulullah tinggal.dirumahku,beliau menempati bagian bawah rumah,sedangkan aku dan Ummu Ayyub dibagian atas.Aku kemudian katakan kepada beliau,’Wahai NabiAllah,aku tidak suka dan merasa berat engkau betada dibawahku.Naiklah engkau keatas dan biarkanlah kami turun kebawah.’.Nabi SAW menjawab.‘Wahab Abu Ayyub,biarkan kami tinggal dibagian bawah agar orang yang bersama kami dan orang yang ingin berkunjung kepada kami tidak bersusah payah.’ Lanjut membaca

Ditulis pada Rasulullah SAW | Di-tag

Sebagian Sifat Nabi shallallahu’alahi wasallam.

Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan,khususnya di bulan Ramadhan.Orang yang paling baik akhlak dan sosok tubuhnya. Orang yang paling lembut telapak tangannya dan yang paling harum baunya.Orang yang paling baik pergaulanya dan paling takut kepada Allah.Beliau tidak pernah marah atau mendendam karena dirinya. Beliau marah hanya karena larangan2 Allah dilanggar.Tidak ada sesuatupun yang dapat mencegah kemarahannya karena Allah ini hingga kebenaran menjadi pihak yang menang.

Akhlaknya adalah al-Qur’an.Beliau adalah orang yang paling tawadhu. Memenuhi kebutuhan keluarganya dan merendahkan sayapnya untuk orang2 lemah.Orang yang paling pemalu.Beliau tidak pernah mencela makanan sama sekali.Jika menyukai suatu makanan,ia akan memakannya dan jika tidak menyukai,beliau akan meninggalkannya. Beliau tidak pernah makan sambil bersandar (leyeh). Juga tidak pernah makan dimeja makan.Beliau menyukai manisan,madu,dan buah labu.Kadang2 sebulan atau dua bulan disalah satu rumahnya tidak pernah ada asap dapur yang mengepul.beliau menerima hadiah,tidak menerima sedekah. Lanjut membaca

Ditulis pada Rasulullah SAW | Di-tag

Adi bin Hatim berkisah mengenai Rasulullah SAW.

Adi bin Hatim,putra Hatim yang terkenal sangat dermawan,adalah seorang Nasrani yang sangat disegani oleh kaumnya.Ia berhak mengambil seperempat barang rampasan perang yang berhasil dijarah oleh kaumnya(tradisi yang berlaku dikalangan orang-orang arab pada waktu itu).Setelah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan dakwahnya,dia tidak menyukai dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan meninggalkan kaumnya kemudian bergabung dengan orang-orang Nasrani di Syam.

Adi menuturkan kisahnya,”aku kemudian lebih membenci keberadaanku disana ketimbang kebencianku kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.Aku lalu putuskan lebih baik aku pergi menemuinya.Kalau ia seorang raja atau pendusta,niscaya aku dapat mengetahuinya dan jika ia seorang yang benar(Nabi),aku harus mengikutinya. Lanjut membaca

Ditulis pada Rasulullah SAW, Sirah Nabawiyah | Di-tag

Memenuhi Sebuah Harapan

Dalam sebuah riwayat diceritakan, suatu saat Imam Ahmad bin Hambal datang ke suatu tempat yang jauh dari negerinya untuk mengambil hadits dari seorang ulama yang dia ketahui banyak meriwayatkan hadits Nabi SAW.

Sesampainya di kediaman sang syaikh, Imam Ahmad menjumpai syaikh itu sedang memberi makan puluhan ekor anjing.

Melihat kedatangan Imam Ahmad, sang syaikh mempersilakannya untuk menunggu di dalam rumah.Imam Ahmad masuk ke dalam rumah dan duduk menunggu syaikh Lanjut membaca

Ditulis pada Riwayat | Di-tag ,

Debu dikaki yang dihargai Allah

Ketika Ubaayah radiyallahu anhu mendengar bahwa Nabi Saw bersabda ketika salah seorang sahabat menuju shalat jum’at bahwa Nabi saw bersabda ““Man ighbarrat qadamaahu fi sabiilillahi harramahullahu alannaar”” barangsiapa yang berdebu kakinya menuju ke jalan Allah, Allah haramkan ia dari api neraka.

Hadist ini bukan untuk perjalanan jihad saja karena hadits ini teriwayatkan saat- saat waktu menuju shalat jum’at dan juga di semua langkah yang menuju ke tempat kemuliaan, majelis – majelis dzikir, majelis – majelis ta’lim, masjid, shalat jama’ah, dan hal – hal yang diridhoi Allah. Maka debu yang sampai di kaki kita itu sangat dihargai oleh Allah. Lanjut membaca

Ditulis pada Ceramah | Di-tag , , ,

Mukjizat Rasulullah Saw.

Oleh : Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Bin ‘Abbas Al-Maliki al-Hasani

Salah satu mukjizat Rasulullah saw. Adalah Alquran al-Karim,dan ini merupakan mukjizat terbesar. Mukjizat yang lain adalah: pembedahan dada beliau oleh malaikat; Isra’mi’raj;kabar beliau (kepada kaum Quraisy) tentang Bait al-Muqaddas;bulan terbelah dua; peristiwa yang terjadi ketika beliau keluar rumah berangkat hijrah (ketika itu kaum Musyrik Quraisy bersepakat membunuh beliau. Pada saat itu beliau keluar dari rumah,mereka yang mengepung beliau semuanya mengantuk hingga beliau dengan laluasa dapat melewati mereka). Dalam Perang Badr beliau mengambil segenggam pasir lalu dilemparkan kea rah pasukan musuh, sehingga setiap musuh yang terkena butiran pasir jatuh terjungkal dan mati. Lanjut membaca

Ditulis pada Rasulullah SAW | Di-tag , , , , ,

Mutiara Hikmah Al Imam As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani-tentang Rasulullah SAW

“Sesungguhnya termasuk sesuatu yang seharusnya (kita) mengetahui dan mengajarkannya serta mencurahkan perhatian padanya adalah pembahasan tentang ilmu-ilmu kenabian dan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad Saw”.

“Sekalipun banyak para penulis telah memenuhi kitab-kitab mereka yang berjilid-jilid dengan mengungkap keutamaan Nabi Muhammad SAW tentunya mereka masih terlalu lemah dan tidak mampu untuk mengumpulkan semua (kemuliaan) yang ada pada diri beliau dari sifat-sifat mulia dan perkara-perkara yang baik lagi suci”. Lanjut membaca

Ditulis pada Habaib, Rasulullah SAW | Di-tag , , ,